Ghajini

Ghajini (2008) adalah salah satu produk dari industri perfilman Bollywood. Film yang dibintangi Aamir Khan ini merupakan remake dari film Tamil dengan judul yang sama yang diproduksi tahun 2005. Jalan cerita film ini terinspirasi dari film Hollywood, Memento, yang disutradarai dan diproduksi oleh Christopher Nolan.

Film ini bercerita tentang seorang pengusaha kaya Sanjay Singhania (Aamir Khan) yang menderita amnesia dan tidak bisa menyimpan apapun dalam long term memory-nya. Sementara short term memory-nya hanya dapat menyimpan peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu 15 menit.  Amnesia ini terjadi karena kepalanya terkena pukulan benda keras saat dia ingin menyelamatkan Kalpana Shetty (Asin Thottumkal) yang saat itu akan dibunuh oleh Ghajini Dharmatma (Pradeep Rawat). Kalpana dibunuh karena ingin menggagalkan usaha Ghajini dalam usaha perdagangan wanita.

Sadar akan keterbatasannya, Sanjay kemudian membuat tatto di seluruh tubuhnya untuk menuliskan kejadian-kejadian yang dialami dan dilihatnya. Ia juga mengabadikan berbagai peristiwa dengan menggunakan kamera polaroidnya. Sanjay berharap ingatannya akan kembali pulih dengan cara ini.

Sanjay kemudian dibantu oleh Sunita (Jiah Khan), seorang mahasiswi kedokteran yang tertarik dengan kasus ini. Namun karena Sanjay tidak memperbolehkannya, Sunita pun membantu secara diam-diam. Mereka berdua pun harus berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan masalah ini karena pada saat yang sama, Sanjay menjadi incaran polisi karena diduga terlibat dalam serentetan pembunuhan yang terjadi di daerah itu. Ghajini, pelaku tindak kejahatan yang sebenarnya, tentu tak ingin ingatan Sanjay kembali karena itu artinya semua yang dilakukannya akan terbongkar. Bagaimana akhir kisah ini? Tonton saja sendiri :D (yang mau nonton gratis, 4-5 Mei 2009 ini tayang di Indosiar :P )

Yang menarik dari film ini (yang membuat saya meresensi film Ghajini di blog saya yang geje ini :P ) adalah follow up dari produksi filmnya. Awal tahun ini, Ghajini dirilis menjadi sebuah game 3D untuk PC. Tidak tanggung-tanggung, biaya yang dikeluarkan mencapai 1,3 miliar US Dollar. Sebuah langkah yang berani untuk  industri game India yang belum pernah unjuk gigi di dunia internasional. Tapi memang sih, India gudangnya orang-orang yang expert di bidang IT. Jadi bukan tidak mungkin jika game dari India akan bisa bersaing dengan game-game buatan negeri lain, seperti misalnya Jepang dan Korea.

Nah Indonesia, kapan nyusul nih? Jangan cuma pinter bikin reality show sama sinetron yang panjang dan lama aja. Tunjukkan taring Indonesia di dunia IT juga. Siapa tau nanti bisa bikin game Termehek-mehek, Cinta Fitri, Tersanjung, dll ( jyah..  tapi gag bayangin kalo acara-acara itu yang dibikin game @_@ ). Kita harus membuat sesuatu yang menunjukkan bahwa kita tidak pantas untuk disepelekan. Untuk masa depan yang lebih baik. Untuk penghidupan yang lebih baik.

Be active, be creative!!

VIVAT TC!! :D

** Sebenernya, kalo dari resource, orang-orang IT di Indonesia itu tidak kalah dengan negara-negara lain. Masalahnya, IT masih kurang penghargaan dari government. Ditambah lagi, tingkat piracy yang ada juga tinggi banget. Huff.. gimana mau maju kalo menghargai hasil karya orang lain aja masih susah?

One Response to “ Ghajini ”

  1. Rinie *park Je in*

    wuahh..bener nii.. setuju sangad..:)

Respond now.